Penyebab dan gejala keracunan makanan

     Keracunan makanan merupakan sebuah kondisi yang timbul pada saat kita mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh organisme menular. Salah satu contohnya adalah kontaminasi dari bakteri, parasite atau virus yang ada di sekitar makanan. Umumnya, hal ini terjadi akibat dari proses pengolahan makanan yang kurang sempurna atau kebersihan makanan yang tidak di jaga.

     Kasus keracunana makanan lebih banyak di temukan di Negara – Negara berkembang, dimana tidak semua orang memperdulikan kebersihan dan ke higienisan makanan. Di Indoneisa sendiri, kasus keracunana makanan cukup banyak di temukan. Kebanyakan korbannya merupakan anak – anak kecil yang mengkonsumsi jajanan di pinggir jalan atau di warung yang kebersihannya kurang terjaga.

illustrasi :haberturk.com
     Makanan yang kalian konsumsi bisa terkontaminasi oleh organisme menular di mana saja. Umumnya, makanan yang lebih mudah terkontaminasi organisme menular merupakan makanan – makanan yang di konsumsi secara mentah atau makanan siap saji yang tidak di olah dengan baik. Sehingga bakteri dengan mudah hinggap di permukaan makanan. Selain itu, terdapat beberapa jenis bakteri yang berbeda di setiap makanan yang kita konsumsi. Diantaranya :
  • E. Coli
     Bakteri E. Coli merupakan salah satu bakteri yang paling banyak menyebabkan keracunan makanan pada masyarakat Indonesia. Umumnya, bakteri ini mengkontaminasi daging – dagingan yang di olah dengan cara yang tidak benar. Selain itu, bakteri E. Coli juga bisa di temukan pada susu yang belum melalui tahap pasturisasi.

  • Listeria
     Bakteri Listeria juga merupakan salah satu bakteri menular yang dapat mengkontaminasi makanan dan menyebabkan keracunan. Bahkan, seorang ibu hamil yang mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri ini, dapat beresiko mengalami keguguran pada kandungannya. Umumnya, bakteri ini terdapat pada makanan – makanan cepat saji seperti roti atau keju dan juga beberapa jenis buah – buahan.

  • Salmonella
     Bakteri Salmonella merupakan bakteri menular yang dapat di temukan di makanan – makanan hasil ternak. Seperti contohnya daging sapi, susu, daging kambing, atau telur. Umumnya, seseorang yang keracunan makanan akibat dari bakteri salmonella akan mengalami masa inkubasi dari 12 hingga 72 jam.

     Setiap orang yang mengalami keracunan makanan memiliki jangka waktu kemunculan gejala yang berbeda – beda. Semua itu tergantung jenis makanan. Bakteri,dan banyaknya bakteri yang ikut tertelan bersama makanan yang kaian konsumsi. Umumnya, masa inkubasi atau munculnya gejala dari bakteri dapat berlangsung dari 10 jam hingga beberapa hari sejak makanan tersebut kalian konsumsi. Selain itu, gejala yang di timbulkan juga berbeda – beda. Namun, seseorang yang mengalami keracunan makanan akan mengalami gejala utama berupa :
  • Buang – buang air atau diare
  • Demam
  • Menggigil
  • Mual dan muntah
  • Sakit di bagian perut dalam jangka waktu yang lama

     Gejaa – gejala di atas hanyalah gejala awal yang tidak serius. Gejala ini akan hilang dalam jangka waktu beberapa jam saja. Namun, jika semakin parah, keracunan makanan akan menimbulkan gejala berikut ini :
  • Muntah – muntah hingga lebih dari satu malam
  • Buang – buang air atau diare yang berlangsung hingga 2 atau 3 malam
  • Tinja berdarah
  • Lemas hingga tidak kuat berdiri dalam waktu yang lama
  • Pandangan kabur
  • Susah saat ingin berbicara
  • Dehidrasi parah
  • Kejang – kejang
     Jika kalian mengalami gejala – gejala diatas, sebaikya kalian segera memeriksakan kondisi kesehatan di rumah sakit atau puskesmas terdekat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyebab dan gejala keracunan makanan"

Posting Komentar